Angela Frenzia Betyarini (Bandar Lampung, 28 Februari 1988) adalah seorang penyuka puisi dan seni rupa yang memiliki perhatian lebih pada isu-isu kekerasan seksual. Beberapa karyanya seperti puisi berjudul “Stigma” dan lukisan berjudul “Bunga Celana Dalam” sempat dipamerkan dalam pekan seni bertajuk “Lawan Kekerasan Seksual” pada 2017 di Yogyakarta. Beberapa karya tulisnya yang berkaitan dengan isu seksualitas dan gender antara lain: Kontrol Terhadap Tubuh Perempuan Pada Praktik Rejuvenasi Vagina (2020) dan Tubuh Perempuan yang Dihormati atau Dipatuhkan? (2021).

Alumni magister program studi Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada ini dikenal aktif menjadi dosen tamu dan pembicara kajian gender dan seksualitas di beberapa universitas, komunitas, dan organisasi. Angela juga terlibat aktif sebagai relawan pada kegiatan Women’s March Yogyakarta 2018 dan Bali pada 2020. Angela tergabung sebagai peneliti dalam Pusat Studi Lokahita Yogyakarta (lokahita.org). Sebuah lembaga riset yang mengedepankan isu-isu keberagaman dan inklusivitas.

Berdomisili di Bali sejak 2019, Angela tergabung sebagai Coordinator of Gender Studies dalam organisasi GSHR Udayana Bali (gshrudayana.org). Pusat studi ini berfokus pada isu-isu kesetaraan gender, seksualitas, dan hak asasi. Selain itu Angela tergabung dalam komunitas Kamus Bahasa Queer Indonesia (KBQI) yang aktif melakukan edukasi mengenai keberagaman gender dan seksualitas melalui media sosial Instagram @kamusqueer.