Wiji bernama lengkap Kurnia Gusti Sawiji kini berdomisili di Kuala Lumpur, Malaysia, bersama seorang ibu dan ayah dan seorang adik laki-laki. Bocah
kelahiran Tangerang 26 November 1995 ini sekarang adalah mahasiswa tahun keempat Jurusan Fisika di Fakultas Sains Universitas Malaya, Malaysia. Sebagai mahasiswa fisika, Wiji sering menulis beberapa karya non-fiktif maupun fiktif dalam waktu luangnya. Wiji cukup aktif dalam kegiatan menulis. Ia bergabung dalam grup kepenulisan FAM (Forum Aktif Menulis) Indonesia dan komunitas penulis muda UNSA. Wiji juga berkontribusi karya dalam buku-buku yang akan diterbitkan di kedua komunitas tersebut. Karya
terbarunya yang merupakan sebuah cerpen dimuat sebagai bagian dari antologi cerpen Orang Bunian (Unsapress, 2016). Beberapa cerpennya juga dimuat secara online di situs Litera, Flores Sastra, dan Nusantaranews. Beberapa esainya juga bisa ditemui di Mojok, Voxpop Indonesia, dan Minum Kopi. Prestasinya dalam bidang menulis antara lain juara ketiga di lomba menulis esai se-ASEAN yang diadakan oleh Universitas Diponegoro, Semarang. Salah satu juara favorit dari lomba menulis cerpen tingkat nasional yang diadakan oleh Rayakultura dengan kerja sama Rohto-Mentholatum, di mana Rayakultura adalah sebuah komunitas sastra asuhan salah seorang penulis nasional, Naning Pranoto, dan yang terbaru adalah juara ketiga lomba esai yang diadakan situs Qureta dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Selain menggemari kegiatan menulis, Wiji hingga sekarang adalah penggemar komik dan kartun.