NADYA KARIMA MELATI, pemudi budiman yang biasa dipanggil Nadyazura. Lahir di Jakarta, 3 Mei 1994. Sedang menempuh kuliah master Slavery and Depedency Studies di Universitas Bonn, Jerman setelah menyelesaikan S1 Ilmu Sejarah di Universitas Indonesia. Ia berjuang menjadi sejarawan feminis setelah menerima kenyataan bahwa menjadi putri duyung tidak bisa dijadikan cita-cita. Belajar feminisme dari training dan publikasi Jurnal Perempuan, mengambil kursus filsafat di STF Driyarkara, dan serius mendalami isu kekerasan terhadap perempuan dengan menjadi petugas UPR Komnas Perempuan (2017-2018). Nadya turut mendirikan Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) dengan teman-temannya dan menjalankan organisasi ini bersama-sama.

Sejak kecil, dia gemar membaca buku, koran, dan majalah. Kegemaran ini diapresiasi oleh orang tua yang berlangganan dua sampai tiga surat kabar/majalah dalam satu hari. Ia juga mengoleksi komik, novel, buku sejarah, dan ilmu sosial-humaniora lainnya. Ketika sekolah dasar, ia terinspirasi untuk menulis buku harian setelah menonton kartun Hamtaro.

Pada 2014, Nadya berjuang melawan depresi dengan menulis esai-esai pendek akademik-pop yang tersebar di Kelascinta.com, Kalatida, Tempo.co, Mid-Journal, blog Jurnal Perempuan, Geotimes.co.id, dan DW Indonesia. Saat ini, Nadya memiliki kolom opini tetap bernama “Nyanyian Putri Duyung” di feminist web-magazine, Magdalene.co.

Nadya sekarang bermukim di kota Bonn, Jerman. Di kala senggang, dia memasak dan berenang. Cukup aktif di Twitter @ Nadyazura dan untuk tahu kumpulan resep masakan darinya, silakan berkunjung ke Mermaidnanana.blogspot.com. Jika ada pertanyaan panjang terkait feminisme untuknya, silakan kontak lewat surel nadyazurakarima@gmail.com.