Resensi

Mendongkel Semangat Positif Alendra

Apa yang dilakukan seseorang jika mengetahui masa depan? Setidaknya 30 hari 12 jam keadaan mendatang! Mencari sesuatu yang menguntungkan, indah dan menyenangkan, atau mencari peluang pribadi demi kesuburan masa depan? Semua orang tentunya menginginkan yang terbaik dalam memanfaatkan waktu yang dimiliki. Namun Alendra dalam buku ini terlihat lebih memiliki jiwa besar. Bukan seseorang yang menghendaki kepentingannya sendiri tercapai (individualis).

Anomali Hati mengisahkan mahasiswa fisika bernama Alendra dan Sheli jurusan psikologi sebagai tokoh utama. Tanpa sengaja mereka berhubungan jarak jauh lewat gawai yang awalnya dimulai dari pesan nyasar. Alendra mendapat pesan dari Sheli dan menjalin hubungan hingga kian dekat, tentunya karena terdapat kecocokan yang menjadikan komunikasi nyaman.

Ibarat bunga dan kumbang, maka bunga selalu menanti datangnya kumbang begitu pula kumbang yang mencari-cari di mana bunga berada. Berkali-kali mencoba untuk bertemu secara tatap muka namun selalu saja terhalang dan gagal. Frustasi dan kecurigaan kian menyebar dalam diri mereka dan menumbuhkan benih tidak saling percaya. Namun setelah diteliti Alendra, terdapat perbedaan waktu antara dia dengan Shelia Majid (masa sekarang dan masa depan). Setelah itu, barulah muncul rasa saling mengerti di antara mereka dan jiwa besar Alendra terlihat kembali. Alendra memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya.

“Mm, misalnya kau bisa mencatatkan untukku peristiwa-peristiwa yang terjadi selama di waktumu dan siapa tahu aku bisa memperbaiki apa yang kurang di waktu setelahnya.” (hal.98)

Kata Alendra kepada Sheli lewat pesan di gawainya meminta informasi. Ia menginginkan perubahan keadaan menjadi lebih baik dengan cara memperbaiki situasi buruk sesuai kemampuan yang dimiliki. Awalnya Alendra menyelamatkan seekor kucing yang terjatuh di dasar saluran air untuk keluar. Karena pada waktu yang ada pada Sheli akan terjadi hujan deras dan air akan membahayakan kucing bahkan bisa menewaskannya. 

Selain itu Alendra juga sempat mengirim surel pada kedutaan Australia untuk mencegah peristiwa berbahaya. Ia mendapat informasi dari waktu mendatang akan terjadi ledakan yang menewaskan 33 orang di Sydney Harbour Bridge. (hal.106)

Lubis Grafura dalam Anomali Hati ini memang bercerita tentang kisah mahasiswa, di mana Alendra dan Sheli menjalin perasaan. Namun penulis asal Kediri ini tidak melulu menampakkan perasaan antara keduanya dalam uraian. Melainkan juga memberikan hal-hal positif yang tidak terkesan melulu cinta. Misalnya, tokoh Alendra yang selalu menunjukkan hal-hal baik. Di kampus, ia menjadi mahasiswa teladan dan sangat antusias dalam belajar. Perilaku Alendra yang mengetahui masa depan dan melakukan hal-hal positif. Alendra yang dengan senang hati membantu profesornya mengangkat barang-barang bawaan. Juga narasi-narasi yang memberi “pencerahan” pengetahuan: saat professor berkata eureka! Terdapat keterangan “Bahwa Archimedes-lah yang pertama kali berteriak eureka! di dalam bak mandinya karena berhasil menemukan sebuah cara mengatur volume benda yang bentuknya tidak beraturan.”

Fiksi ilmiah beberapa kali menjadi inspirasi dalam pembuatan teknologi seperti kapal selam dan helikopter. Anomali Hati adalah novel fiksi ilmiah, namun buku-buku berjenis seperti ini kurang beredar di Indonesia. Padahal karya seperti ini akan banyak membantu penulis maupun pembacanya untuk berimajinasi “menelurkan” gagasan-gagasan inovatif dan kreatif. Sebagaimana tuntutan pada era sekarang yang mengharuskan setiap orang mampu bersaing secara global.

Hanya saja terdapat lompatan cerita dalam bagian-bagian akhir cerita yang menjadikan buku ini terkesan kaku. Tiba-tiba terdapat seseorang yang mengintrogasi Alendra setelah ia ditangkap polisi. Sedangkan situasi yang mengantar kejadian tersebut tidak begitu terlihat di narasi-narasi sebelumnya.

Dalam psikologi terdapat Neuro-Linguistik Program (NLP) yang dapat mengembangkan pribadi seseorang. Meskipun dalam novel ini terdapat kritik yang menunjukkan keburukan perilaku di kelas saat belajar, namun porsinya hanya sedikit. Paling banyak dalam novel ini menunjukkan hal-hal positif. Sedangkan jika kita/pembaca mendapat banyak hal-hal positif dari buku ini, mau tidak mau kepribadian seseorang akan berkembang ke arah positif sesuai dengan NLP yang diciptakan Richard Bandler dan John Grinder.

Sebagai penutup, karena isi buku ini membahas tentang perasaan dan ilmu fisika. Buku ini cocok untuk dibaca para remaja. Khususnya remaja pada tingkat SMA yang seringkali tidak dapat lepas dari “hubungan” antara insan dan insan. Minimal selain mendapat kisah cinta Alendra dan Sheli, juga mendapat pengetahuan tentang ilmu fisika. 

 

*Pertama kali dimuat di Koran Malang Post pada Minggu, 7 Oktober 2018

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *