Rp108.000
Sinopsis
Meski diatur, didefinisikan, dikontrol, dukuasai, dan didominasi, tubuh perempuan tetaplah tubuh yang feminin. Perempuan harus kembali pada kekuatan tubuh femininnya tanpa terjebak pada gagasan kodrat ataupun superioritas dibandingkan laki-laki.
Maka bicaralah dengan tubuh kita, tubuh perempuan. Agar tubuh ini menghasilkan suara yang bebas dari hegemoni dan polemik, agar tubuh ini menghasilkan suara emansipatif: suara perempuan sendiri, yang selama ini telah dibungkam monster bernama patriarki.